Jumat, 30 Maret 2018

PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN


Beberapa waktu yang lalu kita memperingati HUT ke-70 Republik Indonesia. Pada masa kecil dulu ada moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak, yaitu ikut lomba tujuh belasan. Berbagai macam lomba digelar untuk memperingati HUT RI. Lomba permainan semacam ini seakan tak lekang oleh waktu, buktinya sampai sekarang masih kita saksikan di sekitar lingkungan rumah kita. 

Kalau dicermati, berbagai macam permainanan dalam lomba tujuh belasan mempunyai makna yang cukup mendalam



Pecah Air












Acaranya adalah berusaha memecah balon plastik berisi air yang digantung di bambu dengan menggunakan sebilah tongkat kecil. Kelihatan mudah kan ? Padahal tidak, soalnya mata peserta lomba harus ditutup rapat dengan sapu tangan.
Jadi mata peserta yang berlomba ditutup rapat dulu. Setelah ada aba-aba dimulai, mereka harus berjalan menuju tempat balon plastik digantung tadi. Kadang ada yang berjalan melenceng dari arah tempat balon itu berada. Kadang ada yang lucu juga karena tidak tahu dimana balion itu berada, maka mereka memukul-mukulkan tongkat ke tempat kosong.
Peserta yang menang adalah yang paling cepat memukul balon plastik itu sampai pecah. Ini yang paling meriah, soalnya baju para peserta menjadi basah semua terciprat air dari balon pecah tadi. Habis ini mesti harus mandi lagi nih

Makan kerupuk

Kerupuk terikat pada seutas tali, dan digantung yang tingginya di atas mulut peserta lomba. Aturan main, kedua tangan tidak boleh memegang tali/kerupuk, untuk itu kedua tangan disembunyikan di belakang pinggang. Hebohnya, tali gantungan kerap berayun akibat tarikan dari peserta lain.

Permainan ini mengajarkan kepada kita, di jaman penjajahan dulu rakyat mengalami kesulitan sandang, pangan dan papan. Untuk makan yang paling sederhana sekali pun mengalami kesulitan, akibat hasil panen penduduk diambil paksa oleh penguasa. Akibatnya, banyak rakyat yang kurang gizi bahkan mati kelaparan.

Lomba balap karung

Pemain masuk ke dalam karung, kemudian dengan lari dengan cara meloncat. Tidak jarang pemain terjatuh berguling-guling. Karung ini mengingatkan pada saat dijajah oleh Jepang. Sebagian besar rakyat mengalami penderitaan sangat berat, karena bahan pakaian sengaja tidak didistribusikan sehingga yang tertinggal hanyalah karung goni bekas.

Kain yang berserat kasar tersebut menimbulkan gatal-gatal di kulit karena sebagai sarang kutu. Filosofi menginjak-injak karung, kita meninggalkan pakaian yang sangat tidak pantas pakai tersebut. Ada makna lain dari balap karung yaitu betapa sulitnya berlari ketika kedua kaki terkungkung di dalam karung. Seperti kungkungan penjajah terhadap kebebasan rakyat untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Lomba tarik tambang


Makna dari permainan ini bahwa persatuan sebagai modal utama untuk mengalahkan penjajah/lawan. Permainan ini juga mengajarkan bagaimana membentuk tim yang kompak dalam menyusun strategi yang tepat untuk dapat menarik tambang dengan mantap..

Lomba panjat pinang.
Biasanya lomba ini digelar sebagai puncak acara dari aneka perlombaan. Lomba ini sering membuat tawa geli penonton. Pemanjat yang sudah mencapai ketinggian tertentu harus kembali merosot ke bawah. Mereka berusaha berkali-kali menggapai hadiah di ujung tiang batang pinang berlumur oli dan minyak.

Untuk mencapai puncak, mereka harus bekerja sama saling bahu-membahu. Filosofi permainan ini adalah kebersamaan komponen bangsa untuk meraih kemerdekaan.



Lomba sepeda lambat
Permainan ini merupakan salah satu permainan yang unik, karena lain daripada perlombaan sepeda biasanya. Dalam permainan ini peserta yang dinyatakan menang ialah yang paling terakhir menyentuh garis finis. Akan tetapi karena sepeda yang digunakan ialah sepeda roda dua sehingga akan sulit menjaga keseimbangan dan apabila kaki peserta menyentuh tanah dianggap gugur.

Jadi butuh konsentrasi dan kelincahan dalam mengemudikan sepeda tersebut selambat mungkin tanpa terjatuh.

Jalan Sehat
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN

Beberapa waktu yang lalu kita memperingati HUT ke-70 Republik Indonesia. Pada masa kecil dulu ada moment yang sangat ditunggu-tunggu ...